Kebutuhan akan minyak sawit yang terus meningkat memang sudah selayaknya dimanfaatkan dengan baik. Perusahaan kelapa sawit bahkan perlu melakukan analisis oil losses (kehilangan minyak) menggunakan FOSS NIR DA1650 selain mengoptimalkan proses pengolahan menggunakan mesin produksi khusus. Yuk ketahui informasi lebih lengkapnya disini.
Mengenal Alat Analisa Pabrik Kelapa Sawit
1. FOSS NIR DA1650 Alat Analisa Oil Loss Cepat
FOSS NIR DA1650 pada dasarnya termasuk salah satu teknologi pengolahan sawit yang tergolong baru. NIR (Near InfraRed) berfungsi untuk menganalisis tingkat kehilangan minyak pada sawit dengan cepat. Apalagi teknologi yang satu ini memberikan hasil akurasi yang tergolong sangat tinggi, yaitu dalam kisaran 1 menit.
Penggunaan FOSS NIR DA1650 dijamin mampu memberikan banyak manfaat yang sangat efektif bagi pabrik kelapa sawit (PKS). Alat ini bahkan mampu menjaga oil losses dengan angka rendah sebagaimana penggunaan Refinery CPO sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan, FOSS NIR DA1650 sudah mulai dikembangkan untuk kelapa sawit sekitar 1 tahun terakhir.
2. FOSS NIR DA2500 Alat Analisa Pupuk Dan Daun
Penggunaan FOSS NIR DA2500 juga sangat membantu dalam memaksimalkan proses produksi. Dimana alat ini berfungsi dalam menganalisa pupuk dan daun dalam proses pemeliharaan dengan cepat. Terlebih lagi penggunaan teknologi yang satu ini sangat membantu PKS dalam mengontrol pemenuhan asupan tanaman sawit sebagai bahan baku utama.
Dalam penggunaan teknologi FOSS NIR DA2500, PKS umumnya hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 menit untuk menganalisis pupuk dan daun. Teknologi FOSS NIR DA2500 bahkan dapat mempengaruhi efisiensi produksi untuk mengurangi loss. Dengan demikian, penggunaan FOSS NIR DA2500 mampu memberikan kontribusi positif untuk PKS.
3. Penyebab Oil Loss Di Pabrik Kelapa Sawit
Proses pengolahan sawit oleh PKS pada dasarnya membutuhkan proses panjang. buah sawit yang sudah dipanen bahkan perlu dipilah dan dikurangi kadar minyaknya agar proses produksi selanjutnya dapat berjalan dengan maksimal. Sayangnya, buah sawit biasanya masih memiliki kadar minyak yang terikat dalam ampas sehingga dapat menimbulkan oil loss.
Meski demikian, salah satu penyebab oil loss di pabrik kelapa sawit adalah kurang optimalnya cone hydraulic sehingga tidak bisa memberikan tekanan yang baik pada screw. Dimana kondisi tersebut dapat berakibat pada pengempaan fiber yang tidak optimal dan menimbulkan oil loss. Untuk itu, mesin PKS yang andal diperlukan dalam mengekstraksi crude oil dengan baik.
4. Sumber Oil Loss Di Pabrik Sawit
Untuk menghasilkan proses produksi yang optimal, sudah seharusnya sumber oil loss di pabrik sawit diketahui dengan pasti. Disini permasalahan utama yang bisa menyebabkan oil losses pada dasarnya terletak pada kinerja mesin yang kurang efektif. Hal ini bahkan dapat berdampak langsung terhadap kerugian PKS. Dengan demikian, pemeliharaan sparepart sangat diperlukan.
5. Cara Menghitung Rendemen Kelapa Sawit
Cara mengoptimalkan produksi sawit dapat dilakukan dengan menghitung rendemen kelapa sawit. Yaitu perbandingan jumlah CPO yang akan dihasilkan dalam setiap 1 kg tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Dimana rumus RKS = (CPO/TBS) x 100% dapat menghasilkan presentase yang akan dipadukan dengan hasil yang diperoleh dari alat analisa oil losses.
Pengolahan hasil produksi kelapa sawit secara optimal sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan minyak sawit dan mendapatkan keuntungan. Dengan demikian, penggunaan alat FOSS NIR sangat dibutuhkan untuk menganalisa oil losses, pupuk dan daun. Selanjutnya, perhitungan rendemen kelapa sawit juga bisa dilakukan agar dapat dibandingkan dengan hasil analisa oil losses.





